APLIKASI METODE CAWAN NUTRISI MENGGUNAKAN KOMBINASI JARAK PAGAR DAN LAMTORO GUNG UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN KEDELAI DALAM KONDISI ENDEMIS Sclerotium rolfsii Sacc. DAN STRESS MANGAN (Mn)

Authors

  • Nisa Kartika Sari Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya
  • Anton Muhibuddin Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya
  • Muhammad Akhid Syib’li Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Keywords:

Logam Mangan (Mn), mikoriza, Sclerotium rolfsii

Abstract

Penelitian dilakukan di Laboratorium Penyakit dan Screen House Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang. Pengamatan yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi: 1) Jumlah mikoriza per 100 gram tanah; 2) Persentase serangan patogen Sclerotium rolfsii; 3) Persentase gejala keracunan Mangan (Mn); dan 6) Pertumbuhan tanaman kedelai. Jenis mikoriza yang ditemukan yaitu Glomus sp. Perlakuan tumpangsari jarak pagar dan lamtoro gung menunjukkan hasil  penambahan jumlah mikoriza yang signifikan dibandingkan dengan tanpa tanaman jarak pagar dan lamtoro gung. Aplikasi mikoriza mampu menekan serangan patogen S. rolfsii dengan persentase kematian yang sangat rendah. Kombinasi jarak pagar, lamtoro gung,dan mikoriza mampu menurunkan gejala keracunan akibat pencemaran unsur logam Mangan (Mn). Gejala keracunan terendah terdapat pada perlakuan P6 (J3L2) yaitu 3 tanaman jarak pagar dan 2 tanaman lamtoro gung, dan perlakuan P9 (J3L3) yaitu 3 tanaman jarak pagar dan 3 tanaman lamtoro gung dengan persentase gejala keracunan sebesar 4,76%. Perlakuan P0 (J0L0) yaitu tanpa tanaman jarak pagar dan lamtoro gung menunjukkan hasil gejala keracunan paling tinggi dengan persentase keracunan Mn sebesar 89,68%. Pertumbuhan tanaman kedelai paling rendah ditunjukkan pada perlakuan P0 (J0L0) yaitu tanpa tanaman jarak pagar dan lamtoro gung dibandingkan dengan perlakuan lainnya yang ditanam bersama dengan jarakpagar dan lamtoro gung.

References

Fitter, A.H. & Hay, R.K.M. 2001. Environmental Physiology of Plants. Academic Press. London. 367 pp.

Jones, L. H. P. & S. C. Jarvis. 1981. The fate of heavy metals. D. J. Green andM. H. B. Hayes (Eds.). in The Chemistry of Soil Processes. John Wiley &Sons, New York, NY, USA. p.593.

Muhibuddin, A. 2013. Soil Drive Nutrients Creation through Alternate Host System Propagation of VAM to Support Selective Exploration of Microbial Fermentation. The 10th Young Scientist Seminar. Seminar Park, Yamaguchi, Japan.

Rossiana, N. & Titin, S. 2003. Fitoremediasi Lumpur Minyak Bumi Dengan Tanaman Sengon (Paraserianthes falcataria (L) Nielsen) Bermikoriza Skala Rumah Kaca. Dalam Seminar dan Pameran Teknologi Produksi dan Pemanfaatan Inokulan Endo-Ektomikoriza Untuk Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan. Bandung.

Setiadi, Yadi. 1996. Peranan mikoriza arbuskula dalam rehabilitasi lahan kritis di Indonesia. Dalam Seminar Penggunaan Cendawan Mikoriza dalam Sistem Pertanian Organik dan Rehabilitasi Lahan Kritis. Bandung.

Sastrahidayat, I.R. 2011. Rekayasa Pupuk Hayati Mikoriza Dalam Meningkat-kan Produksi Pertanian. Universitas Brawijaya Press, Malang.

Downloads

Published

2019-01-31

How to Cite

Sari, N. K., Muhibuddin, A., & Syib’li, M. A. (2019). APLIKASI METODE CAWAN NUTRISI MENGGUNAKAN KOMBINASI JARAK PAGAR DAN LAMTORO GUNG UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN KEDELAI DALAM KONDISI ENDEMIS Sclerotium rolfsii Sacc. DAN STRESS MANGAN (Mn). Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan), 7(1), 28–35. Retrieved from https://jurnalhpt.ub.ac.id/index.php/jhpt/article/view/283

Issue

Section

Articles