EKSPLORASI BAKTERI ENDOFIT DARI GULMA PUTRI MALU (Mimosa pudica L.) YANG BERPOTENSI SEBAGAI ANTAGONIS UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT PUSTUL BAKTERI PADA KEDELAI
Keywords:
bakteri endofit, kedelai, penyakit pustul, Xanthomonas axonopodis pv. glycinesAbstract
Penyakit pustul bakteri yang disebabkan oleh Xanthomonas axonopodis pv. glycines merupakan salah satu penyakit penting tanaman kedelai di Indonesia dan dapat menurunkan produksi kedelai sebanyak 21-40%. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bakteri endofit dari bagian tumbuhan gulma putri malu yang bersifat antagonis dan berpotensi sebagai pengendali hayati penyakit pustul bakteri pada tanaman kedelai. Penelitian ini terdiri dari eksplorasi bakteri endofit gulma putri malu, seleksi dan uji antagonisme bakteri endofit terhadap X. axonopodis pv. glycines in vitro, uji penekanan penyakit pustul bakteri pada tanaman kedelai, dan karakterisasi bakteri endofit antagonis. Terdapat 8 isolat yang berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri X. axonopodis pv. glycines pada pengujian in vitro , isolat A12, D21, D31, D11, A13 dan A15. Aplikasi lima isolat bakteri endofit yaitu A15, A21, D11, A13 dan D15 dapat menekan intensitas serangan penyakit pustul bakteri pada tanaman kedelai bila dibandingkan dengan kontrol aquades. Bakteri endofit isolat  A21, D31, D21, D15, D11 dan A12 dapat meningkatkan tinggi tanaman kedelai.
References
Abadi, A. L. 2003. Ilmu Penyakit Tumbuhan III. Malang. Bayumedia Publishing
Addy, H, S. 2008. Pengaruh Sumber Karbon Terhadap Daya Anta-gonistik Bakteri Pseudomonas Pendar Fluor Terhadap Erwinia carotovora. Jurnal Pengendalian Hayati 1: 12-16
Ambarwati. 2007. Studi Actinomycetes yang Berpotensi Menghasilkan Antibiotik dari Rhizosfer Tumbuhan Putri malu (Mimosa pudica L.) dan Kucing-Kucingan (Acalypha indica L.). Jurnal Penelitian Sains & Teknologi. 8 (1) : 1–14
Asghar H. N., Z. A. Zahir, M. Arshad, dan A. Khaliq. 2002. Relationship between vitro production of auxins by rhizobacteria and their growth promoting activities in Brassica juncea L. Biol Fertil Soils 35:231-237
Desriani, U. M. Safira, M. Bintang, A. Rivai dan P. Lisdiyanti. 2014. Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Endofit dari Tanaman Binahong dan Katepeng China. Jurnal Kesehatan Andalas. 3 (2) : 89-93
Habazar, T. Z. Resti, Y. Yanti, J. Trisno dan A. Diana. 2012. Penapisan Bakteri Endofit Akar Kedelai Secara in Planta untuk Mengendalikan Penyakit Pustul Bakteri. J Fitopatologi Indonesia. 8 (4) : 103-109
Kartini, E. 2014. Pengembangan Bio-Bakterisida yang Memanfaatkan Bahan Aktif Bakteri Endofit Potensial Antagonis untuk Me-ngendalikan Erwinia carotovora di umbi Kentang. Skripsi. Univ., Brawijaya, Malang, Indonesia.
Nawangsih A. A., 2007. Pemanfaatan Bakteri Endofit pada Pisang untuk Mengendalikan Penyakit Darah: Isolasi, Uji Penghambatan In Vitro dan In Planta. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia 12 (1) : 43-49
Rahayu, M. 2007. Tanggapan Varietas Kedelai terhadap Penyakit Pustul Xanthomonas axonopodis dan Potensi Ekstrak Nabati untuk Pengendaliannya. Di dalam Inovasi Teknologi kacang-kacangan dan umbi-umbian mendukung kemandirian pangan dan kecukupan energi. Prosiding Seminar Nasional Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian Malang. Malang.
Rahayu, M. 2011. Keefektifan Agens Hayati Pseudomonas fluorescens dan Ekstrak Daun Sirih terhadap Penyakit Bakteri Pustul Xanthomonas axonopodis pada Kedelai dalam Prosiding Seminar Hasil Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi. Malang. Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-Umbian.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2019 Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
The copyright of the received article shall be assigned to the journal as the publisher of the journal. The intended copyright includes the right to publish the article in various forms (including reprints). The journal maintains the publishing rights to the published articles.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.