VIRULENSI JAMUR Beauveria bassiana (Bals.) Vuill. (HYPOCREALES: CORDYCIPITACEAE) DENGAN PEMURNIAN KEMBALI PADA SERANGGA (PASSAGE INSECT) TERHADAP Plutella xylostella Linnaeus (LEPIDOPTERA: PLUTELLIDAE)

Authors

  • Rina Rachmawati Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya
  • Derra Marhaendar Mayang
  • Toto Himawan

Keywords:

Beauveria bassiana, pemurnian kembali pada serangga, Plutella xylostella

Abstract

Penggunakan Beauveria bassiana (Hypocreales: Cordycipitaceae) merupakan agens hayati yang populer dan diketahui mempunyai kisaran inang yang luas. Namun pada beberapa kasus, ketika di lapang efektivitasnya mudah menurun. Subkultur yang berlebih (lebih dari empat kali) atau pengawetan dalam jangka panjang dalam media buatan diketahui akan mengakibatkan virulensi jamur menurun. Salah satu alternatif untuk meningkatkan kualitas spora B. bassiana adalah dengan pemurnian kembali melalui serangga inang. Serangga memiliki senyawa kitin dan protein yang bermanfaat bagi jamur entomopatogen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemurnian kembali jamur B. bassiana ke serangga, sehingga dapat meningkatkan kualitas spora dan virulensi jamur B. bassiana terhadap hama P. xylostella. Pemurnian kembali pada serangga sebanyak dua kali mampu meningkatkan kerapatan spora jamur B. bassiana menjadi 2,47x107 spora/ml. Viabilitas spora pada pemurnian ke serangga sebanyak 1 kali dan pemurnian ke serangga sebanyak 2 kali memiliki pengaruh yang sama terhadap viabilitas spora, dan mempunyai viabilitas yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan tanpa pemurnian kebali ke serangga. Mortalitas P. xylostella terbaik terjadi pada perlakuan pemurnian ke serangga sebanyak 2 kali dengan persentase kematian mencapai 75,63% pada 144 jam setelah aplikasi. Pemurnian kembali pada serangga tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap rerata waktu kematian P. xylostella.

References

Abbot WS. 1987. A Method of Computing The Effectivenes Of An Insecticide. Jurnal of American Mosquito control Association. 3(2): 302-307.

Adames M, MF Ruvalcaba, GP Chora, and Victor. 2011. Effects Of Passages Through A Suitable Host Of The Fungus, Metarhizium anisopliae, On The Virulence Of Acaricide-Susceptible and Resistant Strains of The Tick, Rhipicephalus microplus. Journal Of Insect Science. 11(21): 1-13.

Barnett HL, BB Hunter. 1998. Ilustrated General pf Imperfect Fungi. Ed-4. Macnillan Publishing Company. New York. p: 90-95.

Brownbridge M, S Costa dan ST Jaronski. 2001. Effects of in vitro passage of Beauveria bassiana on virulence of Bemisia argentifolii Journal of Invertebrate Pathology 77: 280–283.

Gabriel BP dan Riyatno. 1989. Metarhizium anisopliae (Metch) Sor: Taksonomi, Patologi, Produksi dan Aplikasinya. Direktorat Perlindungan Tanaman Perkebunan. Departemen Pertanian. Jakarta: 15-21.

Herlinda MD Utama, Y Pujiastuti, dan Suwandi. 2006. Kerapatan dan Viabilitas Spora Beauveria bassiana (Bals.) Akibat Subkultur Dan Pengayaan Media, Serta Virulensinya Terhadap Larva Plutella xylostella (Linn.). J. HPT Tropika. 6( 2): 70 – 78.

Kusumaningsih TA, Masykur dan U Arief. 2004. Pembuatan Kitosan Dari Kitin Cangkang Bekicot (Achatina f ulica) Synthesis Of Chitosan From Chitin Of Escargot (Achatina Fulica). Biofarmasi. 2(2): 1-15.

Leger RJ, MS Goettel, DW Roberts, RC Staples. 1991. Prepenetration events during infection of host cuticle by Metarhizium anisopliae. J. Invertebr Pathol. 58: 168-179.

Moraga dan Vey. 2003. Intra-specific Variation in Virulence and In Vitro Production of Macromolecular Toxins Active Against Locust Among Beauveria bassiana Strains and Effects of In Vivo and In Vitro Passage on These factors. Biocontrol Science and Technology. 13: 323-340.

Rusli dan Trizelia. 2008. Perbanyakan Beauveria Bassiana Pada Limbah Organik, Formulasi Dan Uji Efektivitasnya Sebagai Bioinsektisida Untuk Pengendalian Hama Spodoptera exigua Hubner (Lepidoptera: Noctuidae). Fakultas Petanian. Universitas Andalas: 1-20.

Safavi, Farooq A. Shah, Aziz K. Pakdel, G. Reza Rasoulian, Ali R. Bandani and Tariq M. Butt. 2005. Nutrition influences growth and virulence of the insect-pathogenic fungus Metarhizium anisopliae, FEMS Microbiol. Lett. 251: 259-266.

Soetopo dan Indrayani. 2007. Status Teknologi dan Prospek Beauveria bassiana Untuk Pengendalian Serangga Hama Tanaman Perkebunan Yang Ramah Lingkungan 6(1):29-46.

Ulmer B, C Gillott, D Woods, M Erlandson. 2001. Diamondback moth, Plutella xylostella (L) feeding and oviposition preferences on glossy and waxy Brassica rapa (L) lines. Crop Protection 21: 327-331.

Wahyudi. 2008. Enkapsulasi Propagul Jamur Entomopatogen Beauveria bassiana Menggunakan Alginat dan Pati Jagung Sebagai Produk Mikoinsektisida. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia 6(2): 5-56.

Wicaksono, AL Latief, dan A Aminudin. 2015. Uji Efektivitas Metode Aplikasi Jamur Entomopatogen Beauveria bassiana (Bals.) Vuillemin Terhadap Pupa Bactrocera Carambolae Drew & Hancock (Diptera: Tephritidae): 39-89.

Downloads

Published

2017-10-02

How to Cite

Rachmawati, R., Mayang, D. M., & Himawan, T. (2017). VIRULENSI JAMUR Beauveria bassiana (Bals.) Vuill. (HYPOCREALES: CORDYCIPITACEAE) DENGAN PEMURNIAN KEMBALI PADA SERANGGA (PASSAGE INSECT) TERHADAP Plutella xylostella Linnaeus (LEPIDOPTERA: PLUTELLIDAE). Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan), 4(1), 45–53. Retrieved from https://jurnalhpt.ub.ac.id/index.php/jhpt/article/view/228

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 4 > >>